DLH DKI pastikan tumpukan sampah di sejumlah titik sungai teratasi

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto, masalah penumpukan sampah di beberapa titik sungai telah berhasil diatasi.
Menurut Asep di Jakarta, tim pasukan oranye yang bertugas sudah menangani volume sampah di beberapa titik aliran Sungai Ciliwung setelah dilakukan penelusuran lapangan. Dengan demikian, sungai ini tidak akan tertahan oleh timbunan sampah yang dapat menyebabkan banjir.
Menurut Asep, situasi pasca banjir hari kedua di beberapa daerah di Jakarta terkendali dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari keadaan Sungai Ciliwung yang tidak lagi berbahaya di beberapa titik aliran.
Di Outlet Sodetan Ciliwung, salah satu titik aliran Sungai Ciliwung masih dipenuhi oleh sampah seperti kayu, pohon, dan bahkan kabel. Hal ini menghambat aliran sungai dan menyebabkan polusi lingkungan yang serius. Perlu adanya tindakan untuk membersihkan dan meningkatkan kebersihan sungai ini agar tetap berkelanjutan.
Untuk mengangkut sampah padat tersebut, pasukan oranye dari PPSU menggunakan alat berat sebelum dimasukkan ke dalam truk sampah. Ini adalah salah satu cara efektif untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat secara umum. Terima kasih kepada petugas kami yang bekerja keras untuk melakukan tugas ini setiap hari.
Dia juga memberikan penghargaan kepada tim oranye yang telah bekerja keras dan tanpa henti membersihkan sampah di sepanjang aliran Sungai Ciliwung. Artikel Terkait: Masyarakat yang Terkena Banjir di Jakarta Timur Membutuhkan Peralatan Kebersihan.
Ini merupakan bukti nyata dari upaya DLH DKI Jakarta dalam mengatasi masalah sampah yang ada di sepanjang sungai. Sebagai langkah pencegahan, DLH DKI Jakarta telah menyiapkan 5000 personil untuk mengatasi sampah yang terbawa arus banjir sejak Minggu lalu. Sampai saat ini, lebih dari 2.000 ton sampah telah berhasil diatasi oleh DLH DKI Jakarta.’
“Kami berkomitmen untuk mengurangi penumpukan sampah di seluruh aliran sungai di tengah banjir yang melanda beberapa area di DKI Jakarta. Tujuan kami adalah mencegah penumpukan sampah yang dapat menyebabkan genangan air dan mempercepat proses surut banjir,” ujar Asep.